Kekeringan Melanda Kampung Labanan Jaya Sukses Panen Padi
TELUK BAYUR – Pemerintah Kabupaten Berau menghadiri acara syukuran panen padi di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kamis (20/8/2026). Panen ini menjadi angin segar sekaligus bukti tangguhnya para petani lokal di tengah musim tanam 2026 yang diwarnai cuaca panas ekstrem dan kemarau berkepanjangan.
Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati H. Gamalis beserta rombongan, dengan didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau, Ir. Hj. Lita Handini hadir langsung dalam kegiatan ini.
Dalam laporannya, Kepala DTPHP Berau mengungkapkan bahwa fenomena kemarau tahun ini berdampak signifikan terhadap sektor pertanian daerah. Sejumlah sentra produksi bahkan mengalami gagal panen (puso) akibat minimnya pasokan air, seperti di wilayah Buyung-Buyung, Semurut, Merancang, dan Melati Jaya.
Untuk Kampung Labanan Jaya, dari total 118,7 hektare lahan yang dibuka pada musim tanam ini, sekitar 75 hektare di antaranya masih berhasil dipanen. Meski demikian, kekeringan tetap menyisakan 11,5 hektare lahan puso dan menekan produktivitas tanaman. Rata-rata hasil panen mencatatkan angka 3,19 ton per hektare, turun dari potensi ideal varietas premium yang diproduksi—di mana pada kondisi normal mampu mencapai hingga 8 ton per hektare.
Melihat perjuangan para petani, Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para penggarap lahan di lapanganPara petani adalah pahlawan ketahanan pangan. Di tengah tantangan yang tidak mudah, mereka tetap bekerja keras dan pantang menyerah agar kebutuhan pangan masyarakat Berau dapat terus terpenuhi," ujar Bupati.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Berau H. Gamalis menegaskan bahwa dampak kekeringan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemkab Berau berkomitmen untuk terus memperkuat intervensi dan dukungan sektoral, mulai dari penyediaan infrastruktur pengairan hingga bantuan sarana produksi.
"Petani kita menghadapi ujian yang cukup berat akibat kemarau. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah akan terus kita perkuat agar ketahanan dan produksi pangan daerah tetap terjaga secara berkelanjutan," tegas Gamalis.